Pages

27 August 2010

Apa sih ini maksudnya?!

... In the end, money is just numbers, rite? why so proud of it? ...


Ibu sedang bingung. Merasa serba salah cuma gara-gara motor. Motor yang dibelikan oleh kakak angkat itu. Kakak tertua maunya motor itu dipakai anaknya. Tidak boleh diminta, sementara ibu ga mungkin dong... pergi-pergi minjem motor satpam. Si kakak tertua murka. Bentak-bentak ibu, memaki dan menyakiti hati beliau. Hanya karena motor. Dan kakak tertua merasa dia berhak melakukan tindakan tidak sopan itu karena dia menanggung hidup ibu. Dengan mentransfer uang tiga ratus ribu perbulan, dipikir sudah cukup untuk berbuat semaunya.

Akhirnya motor sudah kembali.

Masalah muncul lagi ketika kakak ke empat meminjam motor itu. Kali ini motor baru ibu ditukar dengan motor lama. Masalah muncul lagi ketika tiba-tiba menantu ibu, istri si kakak ke empat menelpon ibu dengan nada yang tidak menyenangkan. Katanya, kenapa motor dipakai diminta-minta terus?? Totok kan juga anaknya ibu?! Masak ga bole make motor itu juga?! Aku sms mbak uul, katanya kemaren dimas pake motor juga diminta-minta terus!!!
Again, mereka merasa berhak membentak ibu karena merasa sudah pernah menanggung hidup ibu dengan uang mereka.

Tunggu. Aku butuh menarik napas sejenak.

Bingung ga sih...
They are waaayyyy older than me. Tapi kenapa kelakuannya pada kayak anak kecil. Ga habis pikir. Masalah sekecil itu harus dibesar-besarkan. Apa iya mereka ga malu? Motor itu dibelikan oleh anak angkat ibu. Bukan oleh mereka. Seharusnya mereka punya rasa malu.

Dan... berapapun jumlah uang yang sudah di transfer anak ke orang tuanya, bukan berarti melegalkan seorang anak untuk berbuat tidak sopan kepada ibunya. Ibu. Bayangkan. Seseorang yang selama lebih dari sembilan bulan berbagi nyawa denganmu.Mempertaruhkan nyawa satu-satunya yang dia punya buat melahirkan kamu, menahan rasa sakit teramat sangat ketika melahirkan kamu, memberimu ASI, memberimu makan, memberimu semua yang membuat kamu seperti sekarang ini. Tidak sepantasnya seorang ibu dimaki.

Dear kakak-kakak...
SEharusnya kalian sangat malu.
Pada akhirnya nanti uang cuma sekedar angka. Angka-angka yang cuma bisa kalian pandangi. Angka-angka diatas kertas yang akan pergi ketika tertiup angin. Buat apa sombong dengan semua itu?

1 comments:

  1. nak sik iki, aku berharap kakak2 mu membacanya, cint. they're far too much *melu gemes aku bacane*

    ReplyDelete