Pages

21 September 2008

Hari ke-sebelas bersama Kitara. Aku semakin tertekan. Bukan tertekan dengan keberadaan Kitara, tetapi pada keharusan-keharusan yang mau ga mau harus mau di dengarkan.


Setiap kali si eyang mulai ikut bicara, perasaan ini rasanya ketusuk-tusuk. Sesak nafas. Aku seperti virus HIV yang diamati dari balik mikroskop.


Aku merasa bukan aku. Hidupku berubah. Bahagia ada Kitara, tapi sepertinya aku rindu kehidupan lamaku.

0 comments:

Post a Comment